DETAIL DOCUMENT
Penyajian Gendhing Soran Yogyakarta Dan Gendhing Bonang Surakarta: Satu Studi Komparatif
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Marwanto, Marwanto
Subject
Karawitan 
Datestamp
2023-11-10 04:05:23 
Abstract :
Gending soran Yogyakarta dan gending bonang Surakarta adalah gending yang disajikan pada awal penyajian uvon -uyon atau klenengan dalam tradisi karawitan Yogyakarta dan Surakarta. Gending soran adalah gending tradisi Yogyakarta yang disajikan dengan volume keras dalam kaidah tabuhan gamelan. Gending bonang adalah gending tradisi Surakarta yang diawali dengan buka oleh ricikan bonang barung. Di Surakarta dan Yogyakarta gending dapat diklasifikation menjadi tiga yaitu: Gending ageng, tengahan dan alit. Penyajian gending tradisi Surakarta dan Yogyakarta baik gending ageng, tengahan dan alif terdapat struktur yang memiliki kemiripan. Ricikan yang digunakan dalam penyajian gending soran dan bonang, selain bonang barung dan kendang sebagai pamurba lagu dan irama, yaitu dengan dilengkapi ricikan garap wingking (belakang). Pada dasarnya gending soran dan gending bonang ada kesamaan dimainkan dalam volume keras. Adapun yang membedakan terletak pada garap penyajian, patet yang dimiliki, dan jumlah gending. Pada penelitian ini dapat diketahui bahwa gending Bremara dan ladrang Bimakurda tradisiSurakarta dan Yogyakarta mempunyai jumlah cengkok gongan yang berbeda. Penyajian gending Tukung tradisi Yogyakarta pada bagian dhawah kenong kedua dan tiga, garra kelima dan enam ada perubahan tabuhan yakni dari fabuhan mlaku menjadi tabuhan nyaruk, sementara gending Tukung Surakarta balungan gending tidak berubah. Gending soran bagian ompak buka nada seleh tabuhan bonang barung dibarengi dengan tabuhan ricikan balungan, sementara di Surakarta tidak dilakukan seperti itu. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta