Abstract :
Wanodya Cethi ini diambil dari semangat gerak keprajuritan yang ditunjukkan dengan motif gerak hentakan kaki dalam kesenian Topeng Ireng. Gerak-gerak yang akan dipakai dalam karya tari ini merupakan gambaran dari pola pikir kehidupan masyarakat pendukungnya Seperti dalam gerak motif Topeng Ireng yaitu gerakan kaki yang dihentakkan sambil berjalan maju dengan menggunakan kerincing kaki serta menimbulkan efek bunyi yang tegas dan kuat. Berpijak dari hal itu maka penata ingin mengembangkan karya tari dengan pengolahan gerak yang difokuskan pada hentakan kaki disertai dengan gerak tangan, badan, dan kepala. Karya tari ini merupakan penuangan ide serta kreativitas penata tari yang dilatarbelakangi oleh ketertarikan terhadap Topeng Ireng yang ada di Desa Warangan, Merbabu, kabupaten Magelang. Gerak-gerak yang akan ditampilkan pada karya tari ini mengambil salah satu gerak Topeng lreng yang akan dikembangkan dan diolah kembali tetapi tidak meninggalkan ciri khas yang ada dan dari proses kreatif yaitu eksplorasi, improvisasi, dan komposisi. Koreografi Wanodya Cethi ini lebih terfokus pada gerak-gerak kaki yang disertai dengan pengolahan properti. Selain itu berpijak dari ide pokok yang ditetapkan yaitu tari Topeng lreng, maka penata ingin mengambil tema keprajuritan sebagai pedoman dalam penggarapan karya tari ini. Terna keprajuritan yang diangkat dikembangkan sesuai keinginan penata untuk menghadirkan dalam bentuk yang berbeda dari biasanya