Abstract :
Banyak pihak mulai aware pada isu seksualitas dengan mengadakan kampanye
pendidikan seksualitas untuk usia remaja. Salah satu media yang digunakan yaitu
penyebaran melalui media sosial instagram seperti pada akun @taulebih.id. Akun
tersebut merupakan akun pendidikan seksualitas berbasis Islam yang memiliki visi meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat Indonesia terkait pendidikan seksual dan kesehatan reproduksi. Visual konten @taulebih.id salah satunya adalah postingan yang mereka klaim sebagai komik dalam fitur guide.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi visual pada akun @taulebih.id yang dikaji secara formal menurut struktur dasar komik. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekaan analisis formal. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi, dan studi literatur, yang kemudian dianalisis menggunakan teori McCloud dan studi onomatope Terra Bajraghosa.
Hasil yang ditemukan ialah klaim komik pada kompilasi postingan Komik Taulebih tidak sepenuhnya merepresentasikan visual komik, karena: (1) lima onomatope yang kurang merepresentasikan bunyi secara visual dan terkesan kaku, tiga tampak ditampilkan dengan visual yang berlebihan, (2) penggambaran panel
mayoritas hanya sebatas gaya, (3) tiga postingan yang visualnya tidak memiliki
sekuensial, (4) pemilihan gabungan kata dan gambar yang kurang melibatkan
pembaca, dan (5) mayoritas pemilihan warna pada postingan tidak berkorelasi dengan suasana dari isi cerita dan terjebaknya dalam keadaan pengambilan gambar close up dengan sudut pandang eye level. Dominannya penggunaan teks juga menunjukkan bahwa akun @taulebih.id banyak menggunakan bahasa verbal untuk menjelaskan gagasannya. Bahasa visual pada akun @taulebih.id menjadi tidak begitu penting sehingga mengingkari spirit pada komik itu sendiri.