Abstract :
Bandakala diambil dari kata bahasa Jawa ngoko yang berarti ?Wani?, dan dalam bahasa Indonesia yaitu ?berani? untuk bertindak melakukan sesuatu. Keberanian tersebut hadir sebagai perempuan yang tangguh dan berani berjuang mempertahankan hubungan cinta. Keberanian dalam karya Bandakala merupakan keberanian yang hadir dalam diri sendiri untuk meyakinkan bahwa hubungan cinta yang dijalani memang benar-benar memberikan sebuah kebahagiaan yang dibayangkan. Keberanian dilakukan dengan mencintainya dan perasaan percaya diri bahwa orang yang dicintai akan memberikan harapan yang baik kedepannya. Karya tari Bandakala yaitu bertema perjuangan. Hal yang diungkapkan mengenai tema karena memvisualkan interpetasi perjuangan perempuan menurut yang dirasakan seperti keromantisan, kemarahan, dan kekecewaan seperti halnya untuk mendapatkan sesuatu dengan berbagai cara apa yang ingin dicapai dan mengungkapkan perasaan.
Karya ini diciptakan dalam koreografi kelompok menggunakan 5 penari, yang terbagi menjadi 3 penari laki-laki dan 2 penari perempuan. Bentuk dan cara ungkap dalam karya tari ini menggunakan tipe tari dramatik. Berawal dari peristiwa perjalanan cinta yang diinterpretasikan seperti yang dirasakan penata, hingga berakhir dengan kekecewaan yang telah diperjuangkan. Aspek-aspek yang digunakan dalam koreografi ini menggunakan pola ruang, waktu, tenaga disertai dengan bentuk, teknik, dan isi.
Tata Busana yang digunakan pada perempuan memakai celana rok panjang dan menggunakan warna cokelat kombinasi hitam, ditambah dengan aksesoris subang cokelat, gelang hitam. Kostum yang dikenakan penari putera memiliki desain yang berbeda dan celana dipakai sesuai panjang lutut. Karya ini akan dilaksanakan di Proscenium Stage Tari ISI Yogyakarta pada malam hari. Karya ini juga terdapat menjadi 4 adegan, yaitu intorduksi, adegan 1, adegan 2, dan adegan 3.