Abstract :
Nyi Ageng Serang merupakan sosok pejuang wanita yang ahli dalam siasat
strategi perang bernama asli Kustiah Wulaningsih Retno Edi. Salah satu strategi
perang paling terkenal darinya adalah penggunaan lumbu atau daun talas sebagai
penyamaran. Arti dari judul ?Nyi Ageng Serang? adalah suatu penghormatan atas
jasa-jasanya dan perjuangannya dengan gigih memimpin pasukan di medan perang
bertempur melawan penjajah Belanda untuk membela tanah kelahirannya beliau
berasal dari Serang.Selain itu Nyi Ageng Serang sangat tekun dalam ibadahnya
dengan mengajarkan ajaran-ajaran baik kepada kawulanya. Karya ?Nyi Ageng
Serang? memvisualisasikan prajurit wanita yang memiliki jiwa kepahlawanan
dengan karakter tegas, lincah, dan gesit saat berlatih perang mengangkat tokoh
seorang wanita yaitu Nyi Ageng Serang sebagai pemimpin yang ahli dalam siasat
strategi perang dan memiliki semangat perjuangan untuk membela bangsanya dari
penjajah.
Karya ini diciptakan dalam koreografi kelompok menggunakan 7 penari
wanita, Bentuk dan cara ungkap dalam karya ini menggunakan tipe tari dramatik
yang bertemakan kepahlawanan. Berawal dari ketertarikan sosok pahlawan wanita
yang ahli dalam strategi perang dengan keunikannya menggunakan daun talas
sebagai tempat persembunyiannya. Aspek-aspek yang digunakan dalam koreografi
ini menggunakan pola ruang, waktu, tenaga disertai dengan bentuk, teknik dan
isi.Tata busana yang digunakan pada karya ?Nyi Ageng Serang? dengan desain
kostum sanggul tekuk Jawa Yogyakarta, baju janggan dan jarik sapit urang. Warna
kostum bernuansa coklat dengan sedikit aksen warna merah.
Karya ini akan dilaksanakan di Proscenium Stage Tari ISI Yogyakarta pada
malam hari. Karya tari ?Nyi Ageng Serang? terbagi dalamn 5 Adegan, yaitu
Introduksi, Adegan 1, adegan 2, adegan 3, dan Ending. Properti panggunggung
menggunakan trap, setting berbentuk rumah, properti daun talas, keris, tombak,
panah, dan untuk tata cahaya menyesuaikan dengan suasana adegan.