DETAIL DOCUMENT
Guguah Ramo-Ramo Tabang Tinggi dalam Upacara Maanta Marapulai di Nagari Canduang Koto Laweh Kecamatan Canduang Kabupaten Agam Sumatera Barat
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Imeldo, Reinhard
Subject
Etnomusikologi 
Datestamp
2024-02-19 01:41:42 
Abstract :
Guguah ramo-ramo tabang tinggi merupakan sebuah lagu atau gaya permainan dalam kesenian dikia rabano yang menjadi ciri khas dari grup rabano Nurul Iklas yang ada di Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Keunikan dari guguah ramo-ramo tabang tinggi adalah masing-masing rabano yang dimainkan diyakini masyarakat merupakan zikir yang sesungguhnya dalam kesenian dikia rabano. Kesenian dikia rabano biasanya dimainkan dalam upacara maanta marapulai. Tulisan ini berisi tentang implementasi dan makna guguah ramo-ramo tabang tinggi dalam upacara maanta marapulai, khususnya yang ada di Nagari Canduang Koto Laweh. Teori yang digunakan dalam tulisan ini adalah teori bentuk penyajian dari Djelantik dan teori makna Charles Sanders Pierce. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnomusikologis. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa guguah ramo-ramo tabang tinggi berperan penting dalam upacara maanta marapulai melalui pola tabuhan yang diyakini merupakan bentuk zikir yang sesungguhnya dalam kesenian dikia rabano. Selain memiliki makna sebagai zikir, guguah ramo-ramo tabang tinggi juga memiliki makna lain seperti pola permainan rabano yang saling mengisi satu sama lain memiliki makna kerja sama, toleransi, dan saling menghargai. Guguah ramo-ramo tabang tinggi yang dimainkan dalam upacara maanta marapulai memiliki makna kebahagiaan dan kesabaran. Makna zikir yang terdapat dalam guguah ramo-ramo tabang tinggi memiliki makna bentuk rasa syukur kepad Allah Subhanahu Wa Ta?ala. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta