Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi pembuatan rebab
karya Raharja (selanjutnya disebut rebab Raharja). Gagasan pembuatan yang
timbul pada tahun 1993 bermula dari adanya kritik dan saran dari sejumlah anggota
masyarakat terhadap sebuah proses kreatif penciptaan karya musikal berjudul
?Nasib Seniman (I) yang bernuansa cadas (keras). Berpijak pada kasus tersebut,
Raharja berpikir ulang dan mengeksplorasi segala kemungkinan yang dapat
dilakukan.
Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dalam bentuk deskriptif
analisis. Landasan untuk meneliti tentang kondisi yang bersifat fisik menggunakan
ilmu organologi. Selain itu, permasalahan yang berkaitan dengan kualitas bunyi dan
pengolahannya dilakukan dengan menggunakan ilmu akustika, yaitu salah satu
cabang dari ilmu fisika. Penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai pijakan pada
gagasan pengembangan rebab maupun ricikan lainnya untuk karawitan di masa
yang akan datang.
Pembuatan rebab Raharja telah berlangsung sebanyak tiga kali, yaitu pada
tahun 1994, 2010, dan 2023. Setiap tahapan menghasilkan dua buah produk yang
memiliki perbedaan pada aspek fisik dan non-fisiknya. Bentuk inovasi yang
dilakukan oleh Raharja, yaitu meliputi sejumlah aspek terkait dengan bahan baku
pembuatan berupa resin, bentuk dan konstruksi yang sudah beralih rupa dipikirkan
agar tetap dapat disebut sebagai sebuah rebab, unsur kreatif pada setiap tahapan
pada proses pembuatannya serta pelibatan unsur akustik yang diproduksi secara
elektris untuk tujuan mengamplifikasi, mengolah kualitas, dan mewujudkan
keberagaman bunyinya.