Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Rahma Khairunnisa, Nabila
Subject
Kriya Keramik
Datestamp
2024-04-02 03:57:05
Abstract :
Kecamatan Kledung merupakan salah satu daerah penghasil tembakau di
Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Komoditas tanaman tembakau di Kledung
sangat besar hingga menghasilkan limbah pertanian yang belum dimanfaatkan
dengan baik. Limbah pertanian dari tumbuhan tembakau didominasi oleh bagian
batang tanaman. Batang tanaman tembakau hanya dibuang begitu saja tiap
tahunnya, sehingga menjadi tidak bernilai. Berangkat dari permasalahan tersebut,
penulis meneliti bagaimana limbah batang tembakau dapat menjadi salah satu
bahan finishing dalam keramik stoneware. Jenis finishing yang dipilih adalah
finishing glasir dengan jenis glasir abu.
Glasir abu merupakan salah satu glasir tertua dalam dunia keramik. Glasir
abu pertama kali dihasilkan secara tidak sengaja dalam proses pembakaran
tradisional menggunakan bahan bakar kayu. Salah satu abu yang dapat digunakan
ke dalam glasir adalah abu tumbuhan baik dari bagian daun, akar, hingga batang.
Dalam penelitian ini, penulis mengolah limbah batang tembakau menjadi abu yang
kemudian akan diaplikasikan sebagai salah satu bahan glasir melalu metode.
Penggunaan abu batang tembakau ke dalam glasir dilakukan melalui tahapan uji
laboratorium untuk mengetahui unsur abu, eksperimen formula glasir, dan uji
bakar. Hasil dari glasir abu batang tembakau berpotensi menjadi salah satu
cenderamata ciri khas daerah Kledung.
Penelitian ini menghasilkan glasir abu dengan suhu bakaran 1200°C yang
ideal untuk diterapkan pada keramik jenis stoneware. Ciri khas visual pada glasir
abu tembakau adalah warna hijau kecoklatan dengan bintik. Penulis juga
melakukan eksplorasi glasir, dari glasir dengan komposisi hanya abu batang
tembakau saja, glasir abu dengan tambahan feldspard dan silica, penerapan abu
pada glasir dasar, hingga eksplorasi abu pada glasir berwarna. Berbagai glasir
tersebut kemudian diterapkan pada produk cindera mata berupa piring hiasan dan
patung keramik. Dalam proses aplikasi glasir, penulis bekerja sama dengan seniman
dari studio keramik ?Citrus Studio?.