DETAIL DOCUMENT
GAMELAN SEKATEN DALAM RITUS MASYARAKAT TRUSMI CIREBON
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Gevi Noviyanti, 1210434015
Subject
Etnomusikologi 
Datestamp
2017-06-09 03:09:45 
Abstract :
Kota yang menjadi bagian dari jalur sutra perdagangan di tanah Jawa, menjadikan banyak pendatang yang hijrah ke Cirebon untuk menjalani usaha dan juga menetap dengan kurun waktu yang lama. Difusi budaya pun berkembang dan saling bersinggungan satu sama lain, tetapi tidak saling tumpang tindih antara satu budaya dengan budaya lainnya. Perpaduan budaya inilah yang menjadikan Cirebon mempunyai kebudayaan yang khas. Tergambar jelas pada berbagai macam kesenian yang berkembang di kota tersebut. Di tengah arus mobilitas masyarakat Cirebon yang tinggi, Gamelan Sekaten masih terdengar gaungnya walaupun hanya sebagian masyarakat yang mengetahui. Hadirnya kesenian tersebut melahirkan sebuah fenomena masyarakat yang mempunyai cara-caranya tersendiri untuk mempercayai hal tersebut, salah satunya masyarakat Desa Trusmi yang selalu hadir ketika gamelan ini pertama kali dibunyikan. Mereka rela untuk berjalan kaki selama berjam-jam demi melaksanakan sebuah tradisi yang diwariskan oleh para leluhur. Pihak keraton yang begitu konservatif, membuat gamelan ini masih terawat dengan baik dari segi fisik instrumennya maupun regenerasi para penabuhnya. Sosok kharismatik seorang Sunan Gunung Jati menjadikan Gamelan Sekaten mempunyai kekuatan histori yang membekas pada masyarakat Cirebon khususnya masyarakat Trusmi. Selain itu, mitos-mitos yang melingkupi Gamelan Sekaten menjadikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang mempercayainya. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta