Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Namuri Migotuwio, 1420080423
Subject
Seni Patung
Datestamp
2017-07-31 03:43:58
Abstract :
Pameran patung di ruang publik Kota Yogyakarta memiliki arti penting yang sangat kuat sebagai simbol perkembangan dinamika seni rupa di Indonesia. Meskipun telah diselenggarakan beberapa kali namun persoalan terkait dengan pemindahan dan pembongkaran masih terjadi. Dari beberapa perhelatan pameran patung di ruang publik yang berlangsung, JSSP (Jogja Street Scuplture Project) 2015 menjadi satu-satunya pameran yang diproyeksikan akan diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Selain diikuti oleh peserta yang terdiri dari seniman kaliber internasional, perhelatan tersebut merupakan pameran yang murni menyajikan sebuah patung sebagai karya seni bukan sebagai komoditas pasar semata. Dengan menggunakan analisis SWOT, dimana faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap keberhasilan sebuah pameran diukur (bobot dan rating) menggunakan Matrik IE dan Kuadran SWOT. Hasil dari analisis Matriks IE menunjukan bahwa penyelenggaraan berada pada posisi (Hold and Maintain) dengan kebijakan penetrasi pasar dan pengembangan penyelenggaraan. Sedangkan pada hasil evaluasi kuadran analisis SWOT, penyelenggaraan berada pada posisi kuadran I, dengan arah kebijakan mendukung strategi agresif yang diwujudkan dalam bentuk pengembangan pasar, integrasi horizontal dan integrasi ke belakang.