DETAIL DOCUMENT
Transformasi Artistik-Simbolik Wayang Topeng Di Kabupaten Malang Jawa Timur
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Robby Hidajat, 093 0041 512
Subject
Pedalangan 
Datestamp
2017-08-08 04:03:50 
Abstract :
Wayang topeng di Desa Kedungmangga sudah ada sejak tahun 1920-an. Kemampuan bertahan itu adalah daya tarik penelitian ini. Dalam mengkaji transformasi artistik-simbolik dibatasi dalam kurun waktu antara tahun 1970-2015. Berpijak daripada itu dirumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut (1) Mengapa wayang topeng di Desa Kedungmangga mampu bertahan, (2) Bagaimana proses transformasi artistik-simbolik wayang topeng di Desa Kedungmangga, dan (3) Apakah dampak transformasi artistik-simbolik terhadap pewaris aktif dan penyangga Wayang Topeng di Desa Kedungmangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan fungsional Struktural. Secara spesifik menerapkan teori A-G-I-L. yaitu Adaptation (adaptasi), Goal attainment (tujuan), Integration (integrasi), dan Latent pattern maintenance (pemeliharaan). Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, pengamatan terlibat, dan kajian dokumentasi. Proses pengumpulan data menggunakan model snowball. Teknik analisis menggunakan interpretasi. Landasan konseptual penelitian adalah budaya, transformasi, dan pertunjukan. Teori yang diterapkan adalah teori ritual, estetik, sibernetika, dan fungsi. Wayang topeng di Desa Kedungmangga mengalami perubahan sosial dari sistem masyarakat mekanik ke organik. Sistem sosial mekanik didasarkan atas solidaritas kekerabatan yang bersifat hierarki. Kamituwa sebagai pimpinan karismatik membentuk masyarakat bersifat mekanik. Ketua perkumpulan wayang topeng mendorong masyarakat bersifat organis. Melalui sistem sosial kemasyarakatan di Desa Kedungmangga itu ditemukan trasformasi artistik-simbolik 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta