Abstract :
Kesenian Sandur adalah bentuk aktifitas sosial budaya masyarakat Desa Ledok Kulon Bojonegoro dan Desa Prunggahan Kulon Tuban yang merupakan masyarakat Jawa yang berlatar belakang sebagai masyarakat agraris.Oleh karena itu, kesenian ini merupakan bentuk ungkapan dari pola pikir dan rasa yang berwujud sebuah kesenian rakyat.
Keberadaan dan perkembangan kesenian Sandur di kedua daerah tersebut memiliki pola, unsur dan bentuk yang dapat diperbandingkan secara utuh.Proses perbandingan ini merupakan upaya untuk menemukan perbedaan dan persamaan unsur yang menjadi pembentuk kesenian Sandur dengan tujuan mengidenti flkasikan secara jelas bagaimana unsur-unsu r tersebut dapat menjadi bagian yang khas dari masing-masing kesenian Sandur. Topik kajian penelitian ini adalah analisa bentuk pada tema cerita, pemain, pola pennainan, tata rias dan busana, properti, iringan, tempat dan sarana pertunjukan, waktu penyajian dan penonton dari pertunjukan Sandur Bojonegoro dan Tuban. Pemahaman terhadap hasil analisis tersebut sekaligus dapat menyiratkan adanya keterkaitan diantara karya seni yang dibandingkan dengan melihat pada aspek nilai yang terkandung didalamnya, yakni nilai-nilai yang terdapat pada masyarakat pendukungnya .
Dengan demikian, kajian perbandingan bentuk estetik merupakan aspek penting dalam upaya menelaab sebuah bentuk karya seni dalam hal ini bentuk pertunjukan teater tradisional Sandur. Selain wujud kehadirannya sebagai media penuangan ide kreatif dengan muatan-muatan nilai estetik yang menyertainya, pertunjukan Sandur j uga memiliki kompleksitas makna yang terkandung di dalamnya.