Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Yuni Fitriani, NIM : 0411122011
Subject
Pengkajian Tari
Datestamp
2017-10-20 03:33:01
Abstract :
Sanggar Tari Kembang Sore merupakan lembaga pendidikan non formal sebagai tempat untuk pembelajaran tari kreasi baru yang berpijak pada gerak tari tradisi Jawa Timur. Didirikan oleh Drs. Untung Muljono, M. Hum pada 14 Februari 1984 di Yogyakarta , berpu sat di Jalan Solo Km.lO Sorogenen II RT02 Purwomartani , Kalasan, Sleman. Sanggar ini tetap eksis dan berkemban g sampai saat ini, setelah 27 tahun berkarya. Tentunya dibalik itu semua Sanggar Tari Kembang Sore mempunyai strategi pengelolaan organisasi sehingga dapat bertahan hingga sekarang. Penelitian ini bertujuan menjelaskan tentang strategi pengelolaan organisasi Sanggar Tari Kembang Sore, dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Srategi pengelolaannya tidak lepas dari manajemen organisasi yaitu planning, organizing, actuating, dan controlling . Pendekatan yang dipakai adalah pendekatan Manajemen Organisasi Seni Pertunjukan.
Strategi yang digunakan Sanggar Tari Kembang Sore adalah strategi tumbuh berkemban g, antara lain penetapan visi misi dan sasaran, pembagian kegiatan berdasarkan wilayah kerja, yaitu pusat-cabang-ranting, workshop safari secara gratis, produksi tari setiap 1 tahun sekali, kepelatihan untuk guru-guru tari, organisasi manajemen yang berasaskan kekeluargaan, pen yebarluasan lewat media kaset dan VCD yang dipasarkan di seluruh nusantara, pengelolaan keuangan yang dikelola masing-masing bagian, pembelajaran dengan pembagian kurikulum dan berdasarkan usia, pengawasan yang dilakukan langsung oleh pemimpin sanggar, serta adanya pentas tahunan setiap satu tahun sekali. Strategi strategi itulah yang bisa menjadikan sanggar ini eksis, berkembang, dan bertahan hingga sekarang.