Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Kadek Agung Sari Wiguna, 1110406015
Subject
Etnomusikologi
Datestamp
2017-11-20 05:58:34
Abstract :
Tajen telah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Bali sejak zaman
para leluhur masyarakat Bali dan terus berkembang hinggasaat ini. Fenomena
itu pada umumnya dilakukan oleh kalangan laki-laki, baik orang tua, remaja, bahkan
belakangan ini anak-anak usia sekolah dasar pun sudah mulai menggeluti tajen.
Bermacam-macam istilah atau sebutan yang diberikan kepada sabung ayam
di Bali ini seperti tajen, kelecan, gocekan, branangan, dan lain-lain. Namun
demikian, istilah yang paling populer di masyarakat Bali ialah tajen.Tajen berasal
dari kata taji ditambah akhiran an menjadi tajian. i dan a berasimilasi menjadi e yang
berarti tajen. Pelaksanaan tajenbisa di mana saja dan biasanya dilaksanakan di
tempat-tempat terbuka. Para pelakunya membentuk atau membuat
sebuah kalangan (semacam arena tempat perjudian berbentuk persegi empat yang
terbuat dari bambu) yang berfungsi sebagai tempat ayam-ayam aduan yang nantinya
akan diadu