Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Julian Meru Mastodon, 0810326015
Subject
Etnomusikologi
Datestamp
2017-11-24 06:50:09
Abstract :
Aliran musik Black Metal yang lahir di Eropa pada awal 1980-an telah
mengalami perjalanannya yang panjang ke seluruh dunia, hingga salah satunya di
Indonesia yang muncul pada pertengahan 1990-an. Banyak band beraliran musik
Black Metal dalam komunitas-komunitas Metal Underground di Jawa berusaha
menunjukkan kejawaannya. Hal ini digagas oleh band Makam (Surakarta), yang
kemudian dipertegas oleh band Santet (Purwokerto) yang menyatakan dirinya
beraliran musik Javanese Black Metal. Aliran musik Javanese Black Metal
merupakan Black Metal dengan nuansa Jawa.
Penelitian dengan metode kualitatif dan pendekatan etnomusikologis ini
bertujuan untuk mengetahui kejawaan aliran musik Javanese Black Metal dalam
aspek musikal dan non-musikal, yang memfokuskan pada band Bathang Mayit
asal Borobudur Kabupaten Magelang Jawa Tengah.
Dari penelitian diperoleh kesimpulan bahwa kejawaan band Bathang Mayit
tampak dalam beberapa unsur yang meliputi bahasa, kesenian, sistem religi, dan
sistem teknologi dan peralatan. Meskipun pencampuran budaya Jawa ke dalam
musik Black Metal secara eksplisit terlihat sebagai pelestarian budaya, namun
sesungguhnya akan melahirkan budaya Jawa yang baru. Kekurang pahaman
makna simbol yang mereka gunakan salah satunya terlihat pada pemakaian surjan
sebagai kostum. Penggunaan sesajen yang terkesan mistis dan horor merupakan
bagian dari keperluan publisitas yang hanya sekedar gimmick. Upaya
pengidentitasan kejawaan ini untuk mencari ciri khas di antara band Black Metal
di seluruh dunia.