Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Katharina Kojaing, 142 0849 412
Subject
Penciptaan dan pengkajian seni
Datestamp
2018-07-18 08:19:09
Abstract :
Spesifik dalam masyarakat Hewokloang, musik etnik Gong Waning tidak
hanya diposisikan sebagai pengiring tari dalam ritual yang bernuansa kegembiran,
melainkan diturut sertakan pula dalam kematian yang bertemakan duka. Namun, ritual
kematian yang dimaksud dalam wilayah Hewokloang tidak melibatkan semua usia
tetapi hanya dibatasi pada 70 tahun keatas dan dimainkan secara meriah layaknya pesta
hiburan. Hal ini merupakan suatu bentuk kontradiksi dari keberadaan musik Gong
Waning itu sendiri dalam masyarakat Sikka umumnya, yaitu sebagai pengring tari yang
bertemakan kegembiraan. Dalam hal ini, ada dua persoalan yang dikaji mengenai
fenomena yakni; pertama: mengidentifikasi makna spiritual musik Gong Waning dalam
ritual adat kematian, dan kedua: mencari tahu pentingnya musik Gong Waning bagi
kematian di usia 70 tahun keatas. Metode yang digunakan adah kualitatif dengan
pendekatan etnografi kemudian menggunakan teori Mitologi dari R.Barthes, konsep
Psikologi Sosial Musik dari Hargreaves.