Abstract :
Doger di Gondangrejo merupakan kesenian rakyat daerah Wonosari, selain dipertunjukan dalam upacara tradisionil, juga merupakan tradisi masyarakat setempat apabila mengadakan upacara. Bersih Desa dimeriahkan dengan menampilkan Doger. Pertunjukan Doger ini tanpa dialog dan non drama pada umumnya diselenggarakan pada waktu siang hari di halaman atau di lapangan. Orang yang bermain Doger berjumlah 20 orang laki-laki, 4 orang sebagai penari kelompok serta membawa jaran kepangdan dua orang lainnya sebagai penari tunggal. Seorang sebagai pemimpin jalannya pertunjukan, seorang lagi sebagai Dukun atau orang yang menyadarkan penari yang mengalami in trance. Desain yang dipergunakan oleh penari-penari adalah desain lantai lurus, lengkung dan melingkar. Selama pertunjukan instrimen pengiring ini berada di tepi arena diantara para penonton.
Kata kunci: doger, trance, kesenian rakyat, Wonosari