Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Sudarsono, Theresia Suharti
Subject
Penciptaan Tari
Datestamp
2020-09-24 08:21:45
Abstract :
Naskah langen Beksa ini diangkat dari buku " Sekar Sumawur 11 susunan Dr.P.J.Zoetmulder, seorang Guru Besar Universitas Gajah Mada, mengambil ceritera Dewabrata dan Amba, yang kemudian diolah kernbali dengan buku - buku yang lain sebagai bahan banding. Oleh karena itu sebagai sebuah garapan,terlihat pengolahan yang agak berbeda, sekalipun jalan pokok ceriteranya tetap tidak berubah.Dalam garapan ini koreografer mencoba untuk menampilkan penari putri saja, sebab pada dasarnya Langen Beksa Dewabrata Ambarabadra ini disajikan dalam bentuk garapan tari puteri tradisi gaya Yogyakarta dengan pengolahan sejauh mungkin. Ini bukan berarti bahwa koreografer menyampingkan tari putera, namun kehalusan, kelembutan serta simbolisme yang terdapat pada tari puteri seperti Bedhaya, banyak memberikan arah yang lebih mudah dipakai sebagai pangkal berpijak untuk pengolahannya. Sudah barang tentu sehubungan dengan beberapa segi, mengalami perubahan, di mana perubahan itu bisa berupa kehilangan unsur - unsur tertentu, namun disamping itu bisa pula sebalik nya yaitu diperkaya oleh lahirnya bentuk - bentuk baru.Iringan menggunakan gamelan laras pelog dengan pengolahan pathet nem. Kostum yang dipakai sesuai dengan konsepnya, maka bagi semua penari adalah sama, yaitu kain, dodot serta sampur dengan motif tritik.
Kata kunci: Langen beksa, tari klasik