Abstract :
Secara jelas diterangkan dalam sejarah, undang - undang pemerintah tentang apa , mengapa, dan bagaimana keistimewaan Yogyakarta terletak pada seluruh aspek kehjdupan masyarakat. Mulai dari kebudayaan yang termasuk di dalamnya pengetahuan, kepercayaan, kesenian, kebiasaan, hukum , adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan yang unik dan masih mengedepankan tradisi, obyek wisata yang menarik , keramahan masyarakat dan lingkungan menjadikan keistimewaan Yogyakarta tak akan berubah. Wajar apabila reaksi masyarakat khususnya masyarakat Yogyakarta sangat reaktif . Pemerintah Indonesia bemiat memangkas keistimewaan Yogyakarta atau dalam penerapannya yaitu mengkaji ulang peran Sultan Yogyakarta (Sultan Hamengku Buwono X) sebagai gubernur dengan menjadikan pemilihan gubenur yang demokratis melalui pilkada . Seakan merasakan hal yang sama dengan masyarakat Yogyakarta lainnya, PT. Aseli Dagadu Djokdja merasa terpanggil untuk bersama - sama menjadi bagian guna menyelamatkan keistimewaan Yogyakarta ini .Dibutuhkan sebuah media komunikasi sebagai alat perantara atau penyampai informasi keistimewaan Yogyakarta ini. Bentuk dan bagaimana media iklan filantropi sebagai alat penyampai informasi juga menjadi bagian yang penting mengingat target yang dituju adalah masyarakat yang secara umum . Dengan pemanfaatan tempat atau public space sebagai salah satu strategi media kampanye dan juga penggunaan bentuk media lini bawah dan unconventional media atau ambient media yang nantinya menjadi penyampaian pesan yang efektif dan komunikatif. Karena secara tidak langsung akan menciptakan interaksi antara informasi yang disampaikan melalui unconventional media dengan target audience.