DETAIL DOCUMENT
Studi Fenomenologi Pengalaman Keruangan Penghuni Pengungsian Korban Erupsi Merapi 2010
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Agusman, Wilfried
Subject
Disain Interior 
Datestamp
2020-10-01 03:56:37 
Abstract :
Salah satu gunung api yang terkenal paling aktif di negara kita adalah Gunung Merapi yang terletak di perbatasan antara Daerah lstirnewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana, aparat desa dan dibantu oleh relawan membuat beberapa pengungsian untuk para pengungsi yang dimaksudkan agar para pengungsi dapat terorganisir dari segi sandang dan pangan serta keselamatan mereka. Pembentukan posko sekaligus pengungsian ini adalah sebagian dari program tanggap bencana agar pendataan para pengungsi dapat lebih teratur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengalaman - pengalaman keruangan korban erupsi gunung Merapi selama menghuni pengungsian. Peneliti menggunakan metodo fenomenologi Husserl dimana ini adalah suatu metode yang digunakan untuk menemukan hakikat dari berbagai gejala atau fenomena yang muncul dalam suatu kehidupan masyarakat melalui prilaklu budayanya. Hal ini dicapai dengan proses reduksi, dimana proses ini mencoba untuk menyederhanakan atau cara bagaimana orang menemukan secara lebih baik dalam melihat berbagai fenomena yang dihadapinya sehingga sampai pada hakikat fenomena. Kesimpulan yang diperoleh dari pengalaman keruangan penghuni pengungsian korban erupsi Merapi, munculah 2 konsep ruang yang dapat memaknai dan menggambarkan tentang keadaan dan makna ruang pengungsian untuk pengguna ruangnya. Dua konsep tersebut adalah konsep ruang kebersamaan dan konsep ruang kegelisahan. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta