Abstract :
Garapan ini bertemakan kepahlawanan yang digunakan berasal dari gerak tradisi Istana Yogyakarta, terutama yang biasa digunakan dalam pagelaran wayang orang, diantaranya adalah kambang, impur, kinantang, tapang dan sekar suwun. Motif-motif gerak tersebut biasanya memiliki karakter-karakter tertentu, misalnya gatutkaca menggunakan kambeng, setija menggunakan kalang-kinantang dan sebagainya, namun disini motif-motif gerak tersebut dapat juga mewakili karakter-karakter yang lain. Penokohan dalam garapan ini didukung oleh beberapa penari yang memerankan beberapa tokoh seperti Gatutkaca, Setiaji, Arimbi, Bima, Brajadenta, Brajamusti, Kalabendana, Karna, dan beberapa prajurit.