Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Sri Rahayu Susanti, NIM.1110645014
Subject
Penciptaan (penyutradaraan, penataan artistik, penulisan naskah,pemeranan)
Datestamp
2015-10-16 03:33:32
Abstract :
Film merupakan bagian dari seni pertunjukan yang tidak lekang oleh
waktu. Dunia perfilman Indonesia yang memiliki sejarah yang panjang, menarik
untuk diangkat dalam sebuah pertunjukan teater. Film Tiga Dara yang dibuat oleh
usmar ismail pada tahun 1956 menjadi film yang menarik unutk di alih
wahanakan dalam panggung teater. Film yang bercerita tentang keluarga dan
masalah percintaan Tiga Dara antara Nunung dan Nana ini cukup ringan dan
menarik untuk diangkat dalam pementasan teater. Pertunjukan Tiga Dara
mencoba menangkap peristiwa sosial yang terjadi di masa itu tentu tidak hanya
sebatas percintaan remeh temeh saja yang menjadi pokok bahasan, tapi juga
permasalahan sosial, kondisi politik, dan hal-hal lain diluar percintaan. Hal-hal
tersebut ditunjukkan dalam tokoh-tokoh yang hadir, seperti Nunung yang
mewakili zaman sebelum kemerdekaan, Nana yang mewakili zaman setelah
kemerdekaan, dan Neni yang mewakili zamannya sendiri. Begitu juga dengan
tokoh yang lain seperti Toto, Herman, Sukandar, Nenek, dan yang lainnya.
Mereka bukan hanya sebatas tokoh realis yang tidak memiliki arti, tapi mereka
menyimbolkan sesuatu yang lebih.
Dalam pertunjukan Tiga Dara yang dibawakan secara realis ini, mencoba
menangkap semiotika-semiotika yang dimunculkan di dalam film Tiga Dara dan
mewujudkannya dalam pertunjukan. Tokoh Nunung yang menjadi tokoh utama
dalam pertunjukan ini yang menjadi simbol dari banyak hal, mencoba untuk
divisualkan di panggung dan menjadi alat komunikasi dan penghantar informasi
bagi penonton.