Abstract :
Titik tolak ide penyaji adalah Tri Murti yang disimbolisasikan dalam bentuk tumbuh-tumbuhan dan hewan. Yaitu tumbuh-tumbuhan sebagai makhluk lemah dan hama tanaman sebagai makhluk jahat. Garapan tari ini bertemakan tentang kehidupan yang sumber kinestetiknya berorientasi dari ragam tari gaya Yogyakarta, Surakarta dan Sunda. Karya tari ini didukung oleh 12 orang penari yaitu 6 penari putri sebagai benih dan 2 diantaranya sebagai pupuk serta 6 penari putra dan 1 diantaranya sebegai pemimpin hama. Pola iringannya berpijak pada tradisi yang telah mengalami perkembangan. Tata rias putra menggunakan tata rias raksasa sedangkan untuk rambut putri menggunakan gelungan bulat yang dihiasi bunga.