Abstract :
Penelitian tentang akulturasi budaya pada interior rumah Tionghoa di Lasem Jawa tengah ini menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan sampel yang dilakukan terhadap obyek yang dianggap paling mewakili dari populasi yang sedang diteliti yaitu rumah tradisional yang belum mengalami perombakan dan rumah yang telah mengalami perombakan sesuai jaman. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah bahwa interior rumah Tionghoa masih mempertahankan budaya Cina yang berpadu dengan budaya lokal yaitu budaya Jawa sehingga beragam karena adanya pernikahan dan kehidupan berdampingan antar dua budaya sehingga terjadi akulturasi budaya pada interior rumah. Elemen-elemen interior seperti lantai, dinding dan plafon masih mempertahankan keaslian budaya Cina, namun organisasi ruang dan orientasi rumah sudah mengalami perubahan