Abstract :
Bedaya Semang diciptakan oleh Sultan Agung, raja Mataram dan seorang seniman besar. Menurut dugaan, bedaya semang dan bedaya ketawang adalah sama-sama ciptaan Sultan Agung,raja Mataram. Keduanya mengalamiperkembangan berbeda, terlebih setelah Mataram pecah menjadi dua menjadi Yogyakarta dan Surakarta pada tahun 1755. Bedaya ketawang (Surakarta) mendapat pemeliharaan yang baik, sedangkan bedaya semang (Yogyakarta) kurang mendapatkan perhatian sehingga tidak berkembang dengan baik.
Kata kunci: Bedaya, tari klasik