Abstract :
Garapan Angumbar Dyas Angkara menggambarkan bahwa antara jiwa dan raga tidak dapat terpisahkan. Namun, pada hakekatnya antara jiwa dan raga mempunyai pandangan yang berbeda. Sebagai contoh: Sarpakenaka dalam karya ini. Sarpakenaka merupakan karakter yang mempunyai dua watak; tokoh Sarpokenaka yang mempertahankan ide prinsipil dan bayangan Sarpakenaka adalah tokoh yang menentang ide prinsipil. Ada kalanya jiwa dan raga itu ingin mempertahankan dirinya masing-masing demi kepuasan pribadi.
Kata kunci: Sarpakenaka, angakara murka, penggambaran manusia, tari klasik