DETAIL DOCUMENT
Hubungan Gaya Iringan Organis Gereja Katolik dengan Preferensi Musikal Kelompok: Studi Kasus: Organis Pengiring Gereja di Yogyakarta
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
REY, Aldrin Amstrong
Subject
Penciptaan dan pengkajian seni 
Datestamp
2020-10-12 05:20:14 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena organis Gereja yang belajar organ dengan pendekatan belajar organ not balok sementara pelaksanaan tugas mengiring dengan not angka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, diskusi kelompok terarah dan observasi. Wawancara dan diskusi kelompok terarah digunakan untuk memperoleh data mengenai preferensi gaya iringan organ yang dijalankan organis dan faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Observasi digunakan untuk memperoleh data gaya iringan yang digunakan para organis, nyanyian-nyanyian yang digunakan dalam perayaan ekaristi. Penelitian ini menemukan preferensi gaya iringan sebagian besar organis alumni PML terutama mengiring dengan menggunakan not angka. Preferensi tersebut disebabkan oleh konformitas organis karena sebagian besar organis alumni PML mengiring dengan menggunakan not angka. Konformitas organis dipengaruhi oleh (1) opini kelompok mengenai kesulitan mengiring dengan model iringan kantionalsatz dan kesulitan membuat iringan organ not balok, (2) keterbatasan kemampuan ketrampilan organis, (3) pendekatan belajar organ yang tidak efektif dan mengabaikan model iringan yang pakem dan dibutuhkan organis yaitu model iringan kantionalsatz, (4) stereotipe gaya iringan organis, (5) perubahan situasi dan konteks perayaan ekaristi dari hanya menggunakan Madah Bakti menjadi Madah Bakti dan Puji Syukur, (6) pengetahuan budaya bersama, (7) budaya not angka dan budaya instan, (8) ketidaktahuan akan musik liturgi para mitra organis. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta