Abstract :
Tari topeng merupakan tarian rakyat yang berasal dari Cirebon. Tari topeng
memiliki lima karakter inti yaitu tari Topeng Panji, Pamindo, Rumyang,
Tumenggung dan Klana. Tari topeng khususnya di Indramayu masih di pentaskan
dalam acara hajat warga seperti pernikahan, khitanan dan, rasulan. Sedangkan acara
hajat desa yang masih dilakukan yaitu upacara adat ngarot merupakan upacara
menyambut musim penghujan dan para petani mengharapkan berkah kesuburan.
Acara ini dikhususkan untuk para pemuda-pemudi yang belum menikah atau yang
disebut kasinoman. Pada acara ngarot para kasinoman laki-laki disuguhkan
pertunjukan Ronggeng Ketuk dimana para laki-laki tersebut menari bersama dengan
sang ronggeng. Sedangkan untuk kasinoman perempuan disuguhkan tari Topeng
Lanang yang ditarikan oleh laki-laki.
Pembahasan yang digunakan untuk mengupas tentang fungsi tari topeng
dalam upacara adat ngarot di desa Lelea yaitu menggunakan pendekatan secara
sosiologi. Pendekatan sosiologi yang digunakan membantu untuk memahami
keberadaan tari topeng di masyarakat khususnya dalam upacara adat ngarot. Teori
Raymond Williams dalam tulisan Y.Sumandiyo Hadi dipinjam untuk membedah
masalah yang akan dijelaskan dalam pembahasan. Menurut Raymond Williams
dalam sosiologi budaya (sociology of culture) dapat ditemukan adanya tiga studi atau
komponen pokok yaitu pertama, institutions atau lembaga-lembaga budaya, kedua
content atau isi budaya, ketiga effects atau efek maupun norma-norma budaya.
Fungsi tari topeng dalam upacara adat ngarot selain sebagai hiburan juga
sebagai pengikat solidaritas, sebagai alat komunikasi dan sebagai ajang keberanian
khususnya untuk para kasinoman.