Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Muhammad Dhafi Yunan, NIM. 1110634014
Subject
Penciptaan (penyutradaraan, penataan artistik, penulisan naskah,pemeranan)
Datestamp
2015-10-23 01:29:48
Abstract :
Junjung Sumpah menjunjung adat, bumi di pijak adat di junjung, mana kala kita
sedarah, saling menjaga ke akhir hayat. Putri Vati merintih, suaminya mati dibunuh
warga, dua anaknya menangis minta susu, Kakek Suci dan siluman kera murka
mengutuk Vati dan memisahkan kedua buah hatinya. Bertahun lewat, Kaha dan Kanu
tumbuh dewasa, tak saling mengenal akan saudara, berbeda suku juga budaya maka
terjadilah perang saudara.
Tumpukan-tumpukan konflik, serta berbagai macam intrik di dalam cerita coba
dihadirkan, agar mampu merangsang daya imaji pembaca untuk masuk ke dalam
dimensi ruang peristiwa Junjung Sumpah. Karya ini merupakan sebuah bentuk protes
terhadap fenomena konflik etnis 1997-1999 di Kalimantan Barat, peristiwa yang masih
membekas sampai sekarang di hati seluruh masyarakat. Bangsa ini masih belum
seutuhnya meresapi arti dari kata ?Bhineka Tunggal Ika?, jika di setiap penjuru negeri
masih ada konflik perang saudara.