Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Ratna Andriani Mustika Kusuma, NIM: 0911278011
Subject
Penciptaan Tari
Datestamp
2015-10-23 02:12:11
Abstract :
Siraman merupakan upacara simbolis yang melambangkan penyucian diri
sebelum kedua calon mempelai memasuki babak baru dalam kehidupan mereka.
Adat Jawa telah mengatur peralatan, tata cara dan siapa saja yang harus terlibat
dalam upacara ini. Upacara siraman adalah salah satu ritual adat Jawa yang
dilaksanakan menjelang pernikahan seseorang.
Orang Jawa melihat bahwa siraman mengandung nilai pendidikan yang
luhur bagi pengantin khususnya, dan masyarakat umumnya, salah satunya adalah
mendidik untuk menjaga kesucian diri baik secara lahir maupun batin. Nilai ini
tercermin dari tujuan siraman itu sendiri, yakni untuk menyucikan diri secara
jasmani dan rohani karena calon mempelai akan melaksanakan salah satu tugas
suci dalam hidup di dunia, yaitu akad nikah.
Karya tari ini menggambarkan suatu wujud simbolisasi beberapa prosesi
yang ada dalam upacara siraman. Beberapa prosesi yang diambil di antaranya
adalah prosesi sungkem atau ngabekten, prosesi ngracik toya dan prosesi siraman.
Hal ini diwujudkan melalui gerak-gerak yang mendapatkan motivasi dengan motif
gerak sembah sungkem dengan level rendah, motif air, juga pengolahan motifmotif
gerak dengan desain lingkaran dan memutar. Gerak-gerak tersebut digarap
ke dalam bentuk komposisi tari kelompok dengan jumlah sepuluh orang penari.
Melalui karya tari yang berjudul ?Perwitasari? ini penata mencoba untuk
mengingatkan dan menyadarkan kembali orang Jawa tentang bagaimana
pentingnya upacara siraman dengan berbagai makna yang terkandung di
dalamnya. Melalui simbolisasi beberapa prosesi yang terdapat dalam prosesi
siraman, penata berusaha menyampaikan makna-makna yang terkandung di
dalamnya.