Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Suryadila Larasati Setya Putranti, 1011294011
Subject
Penciptaan Tari
Datestamp
2015-10-23 02:29:01
Abstract :
Karya tari dengan judul Teenager adalah sebuah karya tari yang
menggambarkan tentang kehidupan seorang remaja putri. Teenager dalam
bahasa Inggris berarti remaja. Kehidupan remaja yang sedang dalam masa
transisi dari anak-anak menuju dewasa menari perhatian penata. Masa
remaja adalah masa dimana seseorang sedang mencari jati dirinya. Cerpen
berjudul Tak Bisa Lepas karya Rina Muryantina menjadi inspirasi cerita
yang diangkat oleh penata. Cerpen ini menceritakan tentang seorang gadis
remaja yang dikhianati temannya. Cerpen tersebut lalu dihubungkan dengan
pengalaman serta fenomena remaja yang ada disekitar penata. Seorang
remaja akan mengalami perubahan kelekatan, dari orang tua menjadi dekat
dengan teman sebayanya. Garapan tari ini lebih memfokuskan pada remaja
putri. Sosok ibu dihadirkan karena seorang anak perempuan biasanya lebih
dekat dengan ibunya, daripada dengan ayahnya. Seorang ibu akan lebih
mengerti seperti apa kehidupan anak perempuannya, karena ibu pastinya
pernah mengalaminya.sifat remaja putri yang ceria, serta berbagai masalah
yang biasanya terjadi disajikan dalam karya ini. Masalah yang umum terjadi
pada kehidupan nyata disajikan dalam sebuah cerita, yang disajikan dalam
sebuah karya tari.
Tipe tari yang digunakan penata adalah dramatari. Karya ini
ditarikan oleh empat belas penari. Tujuh penari putri sebagai remaja putri,
salah satunya sebagai peran utama. Satu orang penari putri sebagai ibu, dan
satu penari putri sebagai anak kecil. Empat orang penari sebagai penari
badut, satu badut dengan properti bola juggling, satu badut tanpa properti,
dan dua orang badut dengan egrang. Gerakkan yang disajikan dalam karya
ini mengembangkan gerakkan atau kegiatan sehari-hari. Gerak sehari-hari,
seperti berdandan, memeluk membaca, diberi banyak pengembangan
koreografi, seperti pengembangan waktu, ruang, dan tenaga. Variasi juga
diberikan pada motif-motif tertentu agar tidak membosankan. Karya ini
memberi suasana berbeda disetiap adegannya