Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Rifqon Bachrun Najah, Achmad
Subject
Audio Visual
Datestamp
2021-02-15 04:55:12
Abstract :
Karakter merupakan salah satu elemen penting dalam skenario yang dapat
menggerakkan cerita, karakterlah yang dapat memunculkan konflik serta membuat
cerita lebih menarik. Karakterlah yang nantinya akan membawa penonton untuk
menyaksikan peristiwa-peristiwa di berbagai tempat dari waktu ke waktu. Setiap
karakter dalam sebuah cerita pasti memiliki watak dan tujuan yang mendorongnya
untuk bertingkah laku dan berbicara.
Penciptaan karya skenario We Talked About ?Married? merupakan skenario
cerita fiksi berdurasi 60 menit. Skenario ini mengangkat tema tentang percintaan,
pernikahan, dan perpisahan, menceritakan tentang sepasang kekasih yang memiliki
perbedaan terkait pandangan mereka terhadap sebuah pernikahan. Dalam penulisan
skenario We Talked About ?Married? dialog menjadi aspek utama dalam
membangun cerita dan tensi dramatik. Dialog merupakan ragam ucapan yang
keluar dari mulut seorang karakter yang dapat menggambarkan logika berpikir,
kepribadian, dan beragam karakteristik serta status pemain seperti karakteristik
sosial budayanya, karakteristik intelektualnya, karakteristik piskisnya, status
profesinya, status sosialnya dan latar budayanya. Selain itu dialog juga
menggambarkan berbagai macam keadaan yang dialami sang karakter dan
menerangkan kepada penonton apa saja yang sedang dirasakan sang karakter.
Dialog antar karakter pada skenario We Talked About ?Married? akan membangun
konflik cerita.
Konflik utama pada skenario We Talked About ?Married? merupakan konflik
relasi atau Relational Conflict. Konflik muncul ketika kedua karakter
memperdebatkan pandangan mereka terkait pernikahan. Keduannya memiliki
pandangan yang berbeda. Kedua karakter berdialog dan saling mempertahankan
pandangannya masing-masing, hal itu membuat hubungan keduannya berada di
ambang perpisahan.