Abstract :
Status Bangsa Indonesia sebagai negara dengan bermacam-macam umat
beragama semestinya merupakan suatu kekayaan yang harus dijaga dan dipupuk
bersama agar tetap dalam tatanan sosial beragama yang saling toleran. Meskipun
sering terjadi kasus yang mengancam kerukunan beragama demi kepentingankepentingan oknum tertentu, maka semestinya sikap dan pemahaman agama yang
bijaksana harus tertanam di setiap generasi. Oleh sebab itu perlu adanya suatu
pengetahuan yang menjembatani agar dalam mejalani kehidupan beragama juga
harus melihat dari nilai subtansi, dan dari sinilah ilmu tasawuf terlebih tasawuf
Maulana Rumi yang memuat ajaran tasawuf kasih sayang (Sufiyatul hub) menjadi
salah satu solusi untuk diperkenalkan.
Akan tetapi, karena konten tasawuf yang selama ini dianggap sebagai salah
satu cabang ilmu agama yang rumit dan membutuhkan pemahaman lebih
termasuk tasawuf Maulana Rumi, mengakibatkan kurangnya atensi di kalangan
remaja muslim untuk mempelajarinya. Hal ini juga ditambah dengan
kecenderungan buku atau media pengarsipan yang membahas tasawuf yang
beredar dipasaran sangat formal dan cenderung apa adanya.
Untuk itu, perancangan buku tentang tasawuf Maulana Rumi kaitannya
dengan nilai toleransi perlu dikemas dengan menarik dan informatif. Buku visual
dipilih sebagai media komunikasi visual untuk menampung informasi dan
menyajikannya dengan kombinasi visual dan tekstual yang seimbang. Buku
visual dikemas dengan teknik digital painting dan disesuaikan dengan jaman
sekarang meskipun referensi perancangan mengambil dari gaya ilustrasi buku
islam abad pertengahan corak Persia namun tetap dengan penyesuaian target
audience agar buku tidak terkesan kaku dan tetap informatif.
Kata kunci: buku visual, toleransi, tasawuf, Maulana Rumi.