Abstract :
Gardajita merupakan judul yang digunakan pada karya tari ini.
Gardajita memiliki arti keinginan masyarakat dalam memohon kesuburan,
melalui media turunnya air hujan. Keinginan yang dimaksud dalam hal ini
divisualkan oleh masyarakat dalam upacara Baritan. Upacara Baritan
dilakukan di berbagai daerah, salah satunya di daerah Banyumas. Dalam
upacara Baritan terdapat beberapa kesenian yang salah satunya merupakan
tari Lengger. Tari Lengger merupakan ciri khas tari dari Kabupaten
Banyumas. Lengger memiliki dua suku kata yaitu Leng dan Ger. Masingmasing
suku kata tersebut memiliki arti yaitu Leng yang berarti lubang
yang memaknai sebagai wanita dan Ger berarti jengger ayam jago sebagai
simbol laki-laki.
Karya tari Gardajita berpijak pada esensi tari Lengger
Banyumasan. Esensi yang diambil dari tari Lengger Banyumasan
merupakan motif gerak tari. Motif yang diambil ialah motif egol, kewer
dan sindhetan. Karya tari Gardajita menggunakan tujuh penari perempuan
dan satu penari laki-laki. Tujuh penari perempuan merupakan visual dari
masyarakat sedangkan satu penari laki-laki merupakan visual dari
perwujudan roh leluhur. Tipe dan mode tari yang digunakan dalam karya
tari Gardajita ialah dramatik dan simbolis representasional. Musik yang
digunakan dalam karya tari ini ialah MIDI ( Musical Instrument Digital
Interface ). Busana yang digunakan dalam karya tari ini merupakan
pengembangan dari busana tari Lengger Banyumas pada umumnya.
Karya tari Gardajita merupakan karya tari yang dikemas dalam
bentuk koreografi kelompok. Pada karya tari ini menyampaikan makna
keinginan memohon kesuburan tanah melalui media turunnya hujan.
Penyampaian makna yang dimaksud dalam karya ini merupakan visual
dari salah satu kesenian yang terdapat dalam upacara Baritan yaitu tari
Lengger Banyumas.
Kata Kunci : Gardajita, Lengger, Baritan