Abstract :
ABSTRACT
Tujuan studi penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana mitos dapat
terbentuk diantara konsumen dan masyarakat mengenai citra brand Marlboro Red
yang menjadi mediatisasi dari gaya hidup pseudo-hedonisme. Negara Indonesia
adalah salah satu negara yang sedang berkembang saat ini. Menjadi salah satu
negara yang sedang berkembang tidaklah jauh dari perilaku konsumtif dari
masyarakat negara tersebut. Perilaku masyarakat tersebut menimbulkan terjadinya
suatu fenomena sosial yang ada di masyarakat dan menjadi sebuah konstruksi
mengenai realita yang ada sebagai pemaknaan informasi yang berkembang serta
bagaimana setiap individu memaknainya. Pemaknaan terhadap informasi yang ada
dalam fenomena tersebut adalah wujud ekspresif masyarakat sebagai kelompok
yang mensepakati bahwa nilai yang ada didalamnya diinterpretasikan secara sama
antara individu yang satu dan yang lainnya. Secara sadar-tidak sadar besarnya
informasi tersebut meluas hingga berwujud sebagai mitos. Marlboro Red sebagai
brand, dianggap oleh masyarakat memiliki mitos sebagai brand yang premium dan
berkelas.
Data yang dikumpulkan berdasarkan dari fenomena sosial tersebut ditinjau
dan dianalisa dengan menggunakan pendekatan teori media spectacle yang
diperkenalkan oleh Guy Debord, dan dipadukan oleh literasi hedonisme,
utilitarianisme dan perilaku konsumen oleh Daniele Scarpi. Pembentukan
konstruksi sosial yang ada di masyarakat merupakan suatu hal yang awalnya
adalah budaya serapan, yang telah menghasilkan perubahan perspektif ideologi.
Pada akhirnya hasil dari penelitian ini adalah konklusi mengenai narasi tentang
pseudo-hedonisme yang merupakan salah satu hasil dari berhasilnya fungsi mitos
dalam mempengaruhi pola pikir dan perubahan terhadap gaya hidup seseorang
untuk mempertontonkan status sosialnya.
Kata kunci: citra, fenomena sosial, brand, mitos, gaya hidup.