Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Muzakkir, NIM 122 0614 411
Subject
Penciptaan Tari
Datestamp
2015-11-17 01:46:15
Abstract :
Kepercayaan masyarakat Tana Toraja bersumber pada aturan keagamaan
Aluk Todolo, hal tersebut sangat nampak pada upacara Rambu Tuka? dan Rambu
Solo?. Rambu Solo? merupakan upacara pemakaman untuk orang tua, upacara
pemakaman dilaksanakan di sebelah barat Tongkonan dengan mempersembahkan
kerbau dan babi bagi arwah yang telah meninggal.
Penciptaan karya tari Male Sau? Puya merupakan sebuah upaya untuk ikut
melestarikan dalam arti menyampaikan ke khalayak lebih luas, tentang suatu warisan
budaya tradisi yang ada, yaitu upacara Rambu Solo? (Dirapai?). Karya tari Male Sau?
Puya mengimplementasikan upacara Rambu Solo? (Dirapai?) dengan penekanan
pada tahapan yang selalu dilakukan dalam upacara tersebut yaitu Umbating
(meratapi orang mati) dan Ma?badong. Sebagai kontras dalam pengorganisasian
bentuk karya maka Umbating (meratapi orang mati) dan Ma?badong dirangkai
dengan adegan antara yaitu Arak-arakan keranda mayat, Ma?pasilaga Tedong,
Ma?tapia?, dan Ma?pasonglo. Rangkaian ini sekaligus menunjukkan satu kesatuan
prosesi upacara Rambu Solo? (Dirapai?).
Karya ini mempresentasikan proses mengantar jenazah menuju puya. Bentuk
garapan berupa tari semitradisional, mengembangkan gerak-gerak dari tari tradisi
Toraja yaitu tari Pa?gellu dan Pa?landing. Selain menjadi sajian bentuk tari baru yang
inovatif, karya tari Male Sau? Puya diharapkan akan memberikan warna baru bagi
perkembangan pertunjukan tari di Tana Toraja.