DETAIL DOCUMENT
Asuh Asah Babakeh
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Sophia, Ayang
Subject
Penciptaan Tari 
Datestamp
2021-03-04 07:17:10 
Abstract :
Asuh Asah Babakeh merupakan karya yang terinspirasi dari pengalaman empiris penata tari tentang kedekatan dan kasih sayang seorang Atuk terhadap cucu. Atuk (bahasa Minang: kakek) merupakan salah satu yang berperan penting dalam pendidikan awal mengenali kehidupan penata tari. Beliau yang mengajar ilmu pengetahuan, agama, beragam cara hidup di dunia melalui nyanyian, cerita dan contoh peristiwa. Atuk telah wafat meninggalkan kesan yang mendalam sampai saat ini. Karya tari ini merupakan persembahan ucapan terima kasih untuk Almarhum dari lubuk hati yang terdalam. Asuh Asah Babakeh merupakan koreografi kelompok dengan garap kontemporer yang berakar dari tradisi Minangkabau. Garap gerak berpijak pada tari Babuai yang bernafaskan budaya Minangkabau. Demikian juga musik tarinya yang dikomposisi khusus untuk koreografi ini yang diharapkan dapat membangun nuansa budaya Minangkabau serja imajinasi tema serta menguatkan dramatisasi pada setiap bagian tarinya. Tema pada karya ini adalah ungkapan rasa rindu pada kasih sayang antara cucu dengan Atuk. Menggunakan tipe tari dramatik serta cara ungkap simbolis. Struktur Koreografi dibagi menjadi empat adegan. Menggunakan properti tari lampu togok (lampu minyak yang sudah dimodivikasi), serta properti panggung untuk menambah estetika penampilan serta menguatkan ekpresi tarinya. Asuh Asah Babakeh diungkapkan oleh delapan penari terdiri dari empat laki-laki dan 4 perempuan yang menyimbolkan angkat delapan (8) yang artinya garis yang tidak putus seperti kasih sayang Atuk terhadap cucunya. Satu penari perempuan menjadi tokoh penting dalam karya ini, tanpa satu penari tookh cucu maka ada adegan yang hilang. Karya ini dipentaskan dipanggung proscenium stage. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta