Abstract :
Kentrung ?Gedhang Godhog? adalah grup kesenian kentrung yang hidup
dan berkembang di Kabupaten Tulungagung. Berawal dari ekstra kulikuler sekolah
dan berkembang menjadi sebuah sanggar yang menjadi wadah kentrung ?Gedhang
Godhog? dalam berkesenian. Grup kesenian ini tercipta dari upaya Yayak dan
Gimah dalam meregenerasi bibit-bibit penerus kentrung yang lambat laun mulai
ditinggalkan. Dimainkan oleh anak-anak muda dengan pembawaan yang ceria
menjadi ciri khas tersendiri dan diharapkan dapat menarik minat semua kalangan.
Perbedaan bentuk penyajian kentrung ?Gedhang Godhog? dengan kentrung pada
umumnya, menarik perhatian penulis untuk meneliti lebih lanjut. Rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah: Bagaimana bentuk penyajian kentrung ?Gedhang
Godhog? dan Apa fungsi kentrung ?Gedhang Godhog? di masyarakat Campurdarat.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang
berdasar pada studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang
diperoleh kemudian dipilah dan dianalisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan
bahwa kentrung ?Gedhang Godhog? memiliki bentuk penyajian secara struktur
yaitu buko, jejer, lakon, dan penutup. Adapun fungsi dalam masyarakat sebagai
sarana hiburan, sarana komunikasi, dan penguat kesesuaian dengan norma-norma
sosial.
Kata kunci: kentrung ?Gedhang Godhog?, Campurdarat, bentuk, fungsi.