DETAIL DOCUMENT
Pengiklanan Tao Silalahi Arts Festival 2018-2019 melalui Media Sosial Instagram
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Br Tarigan, Mei Linda
Subject
Tata kelola seni 
Datestamp
2021-03-22 05:19:09 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk pengiklanan dan mengetahui strategi pengiklanan Tao Silalahi Arts Festival (TSAF) 2018-2019. TSAF merupakan sebuah festival seni budaya yang berlokasi di Silalahi Sumatra Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Bentuk iklan TSAF akan diidentifikasi menggunakan konsep Berkowitz yang membagi bentuk iklan berdasarkan bentuk dan institutional. Sementara strategi pengiklanan TSAF akan diungkap dengan konsep David yang berupa tahapan-tahapan strategi meliputi; perumusan strategi (perencanaan); pelaksanaan strategi; dan evaluasi strategi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan (1) bentuk pengiklanan TSAF 2018-2019 melalui Instagram menggunakan bentuk pengiklanan berjenis produk dan institusi. Iklan jenis produk bertipekan perintisan (pioneering) yang digunakan untuk menginformasikan informasi secara mendetail dan penguatan (reminder) yang digunakan untuk menguatkan hal-hal sebelumnya pernah dilakukan. Sementara iklan berjeniskan institutional bertipekan pembelaan (advocacy) yang digunakan untuk mendudukan keberpihakan TSAF dalam suatu persoalan dan pioneering institutional yang digunakan untuk menginformasikan sesuatu secara rinci akan tetapi lebih mengarah kepada jasa baik. (2) Strategi pengiklanan TSAF 2018- 2019 terdiri dari tiga tahap, yaitu berupa perumusan strategi, pelaksanaan strategi, dan evaluasi strategi. Pada tahap perumusan, TSAF memulainya dengan penerjemahan tagline, penentuan pangsa pasar, perumusan program, riset waktu unggah, dan pemanfaatan fitur. Dalam pelaksanaanya desain TSAF 2018-2019 menggunakan gaya unbalance make-up sebagai penataan yang seimbang tetapi tidak simetris. Program give away dan promosi, kerjasama dengan inluencer, dan kampanye isu lingkungan dapat terlaksana dengan respons yang baik. Pemanfaatan fitur seperti hashtag (#), caption, lokasi, dan mention sudah difungsikan dengan tepat. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, strategi pengiklanan TSAF 2018-2019 dapat dikatakan berhasil dengan adanya peningkatan pengunjung, akan tetapi perlu adanya upaya untuk mensinergikan antara persiapan yang direncanakan dengan pelaksanaannya. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta