Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai bentuk
sinematografi yang digunakan pada film Ifa Isfansyah berjudul Setengah Sendok
Teh, Yosep Anggie Noen dalam film Ballad of Blood & Two White Buckets, dan
Wregas Bhanuteja dalam film Prenjak In The Year Of Monkey, serta diharapkan
dapat menjadi suatu wawasan baru mengenai bagaimana pengaruh bentuk
sinematografi terhadap sebuah cerita. Penelitian ini didasari oleh teori The Five c?s of
Cinematography oleh Joseph V. Mascelli, A.S.C.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang akan dijabarkan dalam dua
bagian pokok yaitu bagaimana pengumpulan data dan bagaimana teknik analisis data.
Hasil kumpulan data disajikan dalam bentuk narasi. Teknik pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah memilih sampel film. Pemilihan sampel
berdasarkan beberapa karya sineas film pendek di kota Yogyakarta. Adapun
pemilihan film-film pendek Yogyakarta yang menjadi objek pada penelitian inidipilih
berdasarkan kategori tema, dan bahkan tim inti pembuat film. Ketiga film yang
dipilih,disutradarai oleh orang-orang dengan latar belakang besar dan tumbuh di
Yogyakarta. Selanjutnya, peneliti akan melakukan analisis terhadap ketiga film
terpilih. Analisis dilakukan dengan melihat kesamaan paling mendominasi pada
bagian posisi kamera, komposisi dan penyuntingan gambar.
Hasil dari pengamatan penulis terhadap sinematografi dari ketiga film ini
adalah ketiga film tersebut memiliki ciri-ciri tersendiri. Adapun bentuk kesamaan dari
ketiga film adalah penyajian mengenai unsur sinematografi yang terkait komposisi,
posisi kamera, dan penyuntingan gambar. Berdasarkan dari hasil analisis adegan
ketiga film pada bagian adegan awal atau adegan pembuka film, ketiganya
menunjukkan cara yang berbeda dari penempatan posisi kamera, namun sama jika
dilihat dari fungsi adegan. Pola sinematografi dalam ketiga film memiliki bentuk
yang konsisten secara teknis dari awal hingga akhir film. Analisis berdasarkan adegan
pembuka pada masing-masing film menunjukkan fungsi dari bagian sinematografi
sebagai wujud persamaan secara deskriptif maksud dari pengambilan gambar.
Analisis terakhir berdasarkan adegan two shot, posisi pemain perempuan pada
masing-masing film dibuat lebih mendominasi. Penempatan komposisi pada masingmasing
peran wanita pada adegan two shot ini memberikan penataan komposisi yang
lebih kuat secara karakter dan konflik yang didukung dengan bentuk sinematografi
pada masing-masing film. Secara keseluruhan, penyuntingan gambar dibangun
dengan konsep kontiniti yang berdasarkan dengan komposisi, membuat masingmasing
film memiliki bentuk pemotongan gambar yang berbeda.
Penelitian film Setengah Sendok Teh karya Ifa Isfansyah, Ballad of Blood &
Two White Buckets karya Yosep Anggi Noen, dan film Prenjak In The Year Of
Monkey karya Wregas Bhanuteja yang fokus mengenai pembahasan posisi kamera,
komposisi dan penyuntingan gambarakan membawa kerangka sinematografi yang
lebih luas. Penelitian film berdasarkan pada sinematografi sangat memungkinkan
untuk dikembangkan dan dieksplorasi lebih jauh lagi.