Abstract :
Malang Berantaiadalah judul dari karya yang merujuk pada legenda melayu yaitu Singapura Dilanggar Todak dengan mengangkat konflik dirantai dan dibuangnya Kabil ke Selat Sambu karena kepintaranya, yang diwujudkan kedalam sebuah koreografi kelompok. Malangdiambil dari bahasa melayu temasik yang mempunyai arti bernasib buruk, sedangkan berantai mempunyai arti memakai rantai. Malang Berantaiyang dimaksudkan adalah seorang anak cerdik bernama Kabil, yang mempunyai nasib buruk akan dirantai dan dibuang ke Selat Sambu karena kepintaranya, dianggap akan menggantikan tahta kerajaan melayu Temasik.Karya tari ini menggunakan tipe tari dramatik dengan mengangkat konflik dirantai dan dibuangya Kabil karena kepintaranya, yang dianggap akan menggantikan tahta Paduka Sri Maharaja atau Raja Temasik. Berkaitan dengan konsep, pilihan bentuk karya dan tema yang dipilih adalah kenistaan seorang pempimpin yang buta mata dan hati karena tahta, merupakan konflik dari legenda Singapura DiLanggar Todak dengan fokus permasalahan dirantai dan dibuangnya Kabil ke Selat sambu karena kepintaranya. Koreografer memvisualisasikan sebuah karya koreografi kelompok dengan penari yang berjumlah Sembilan orang, terdiri dari lima penari putri dan empat penariputra.Bentuk penyajian dalam karya ini adalah simbolis representasional dengan menggunakan properti rantai sebagai salah satu alat yang menjadi icon dari cerita Singapura Dilanggar Todak. Penggunaan property rantai dikomposisikan dengan memperhatikan aspek waktu, ruang dan tenaga pada karya ini. Suksesnya karya tari Malang Berantaiini didukung oleh banyak pihak dan elemen-elemen yang sangat berpengaruh dalam kompleksitas suatu karya diantaranya, musik, asrtistik, pencahayaan, serta rias dan busana.