Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Dian Santyas Yani, 0911264011
Subject
Penciptaan Tari
Datestamp
2015-11-20 02:44:10
Abstract :
Buntut-Buntut Luwe ini merupakan karya tari yang berawal dari pengamatan
tentang upacara pernikahan di daerah Kudus yaitu upacara Tumplak Punjen, upacara
tersebut memiliki bagian yang khas dalam prosesi arak-arakan karena dibagian tersebut
payung dan pecut digunakan sebagai perlengkapan upacara Tumplak Punjen. Tumplak
Punjen adalah semua anak yang menjadi tanggung jawab orang tua telah dimantukan
dengan cara menumpahkan pundi-pundi yang berisi peralatan Tumplak Punjen. Upacara
Tumplak Punjen dilakukan untuk mantu terakhir (laki-laki atau perempuan). Biasanya
dilakukan setelah dilakukannya akad nikah.
Karya tari ini ditarikan oleh sembilan penari, karya ini terdiri dari 4 bagian. Properti
yang digunakan dalam karya tari ini adalah pecut dan payung yang berjumlah masingmasing
1 buah. Properti tersebut digunakan karena pecut dan payung memiliki peranan
yang penting dan juga mengandung makna yang besar dalam upacara Tumplak Punjen.
Gerak liukan tubuh menjadi awal dari gerakan pada karya tari ini, Liukan tersebut
muncul karna terinspirasi saat melihat dari bentuk pecut dimana pecut bentuknya
yang melengkungan dan jika digunakan menghasilkan suara dan hentakan yang
kuat sehingga gerak-gerak yang muncul lebih banyak gerakan liukan tubuh, leher,
tangan dan gerakan yang menghentak.