Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Wisnu Aji Setyo Wicaksono, 0811211011
Subject
Penciptaan Tari
Datestamp
2015-11-20 03:22:47
Abstract :
Klantangmimis merupakan judul karya tari yang diambil dari nama
Klantang yang berarti di barisan depan, mempunyai makna seorang pimpinan
pasukan, Mimis yang berarti tajam jadi Klantangmimis berarti pimpinan pasukan
berada di barisan paling depan yang mempunyai ketrampilan yang sangat tangkas.
Nama ini juga diambil dari karakter tokoh Cakil yang merupakan sosok penjaga
hutan, mempunyai ketrampilan yang sangat unik dan hebat dalam melakukan
ketrampilan mengolah senjata dalam berperang.
Tema garapan ini adalah tari cakilan yang ada pada tradisi tari surakarta
dan yang diwujudkan dan dikembangkan dari motif-motif gerak ngasak atau
asakan yang berarti menerkam atau menyergap secara tiba-tiba, ceklekan yang
berarti nyeklek atau patah, jadi artinya gerakan tangan yang ditonjolkan dengan
ciri khas gerakan patah-patahnya, kelitan (Ngelit) atau berkelit yang berarti
berputar sambil menghindar dan ngancap yang berarti berputar atau berbalik arah
160 derajad dengan tumpuan satu kaki dan menghentikan gerak secara tiba-tiba.
Dari dasar gerakan tersebut juga akan di kombinasikan dengan gerakan gymnastic
atau akrobatik dan capoeira dengan dasar konsep gerak Fall and recovery yang
artinya jatuh kemudian bangkit dengan cepat.
Karya tari Klantangmimis disajikan dalam bentuk koreografi kelompok
yang ditarikan oleh empat orang penari laki-laki dan tiga orang penari perempuan
menggunakan iringan gamelan jawa. Menggunakan busana yang berwarna merah
sebagai simbol berani dan warna emas menjadi simbol strata sosial dengan
pangkat yang tinggi. Karya tari ini akan menggunakan tipe studi dan dramatik.
Karena penata ingin menonjolkan gerak-gerak akrobatik atau gymnastic, capoeira
dan tari modern yang didasari dengan gerak tari tradisi jawa gaya surakarta dan
yogyakarta, serta dramatik yang berarti bahwa gagasan yang hendak
dikomunikasikan sangat kuat dan penuh daya pikat (menarik), dinamis dan
banyak ketegangan. Tipe dramatik memusatkan pada sebuah kejadian atau
suasana dengan tidak menggelar cerita, namun dalam tipe ini tetap menonjolkan
tokoh Cakil sebagai sosok penjaga hutan. Walau dalam penampilannya karya tari
ini tidak ada alur dan cerita