Abstract :
Kincir ria merupakan wahana permainan yang populer. Bentuknya yang besar
dan menjulang tinggi membentuk roda raksasa menjadikan kincir ria sebagai salah
satu wahana yang paling diminati oleh para pengunjung di taman rekreasi. Warnawarna
yang menghiasi kincir ria seperti warna pelangi yang sangat indah. Dari
ketinggian kincir ria kita bisa melihat pemandangan sudut kota yang apik. Itulah
pengalaman yang dirasakan penulis ketika pertama kali mencoba menaiki kincir ria.
Dari ketertarikan tersebut menimbulkan berbagai interpretasi dan imajinasi penulis
untuk memvisualisasikannya ke dalam karya keramik.
Penciptaan karya ini penulis menggunakan metode pendekatan estetika dan
semiotika, dimana pendekatan tersebut digunakan untuk menganalisis kincir ria
dari segi karakter visualnya. Karya seni yang diciptakan dengan mendeformasi
karya keramik kontemporer dimulai dari proses membuat desain lalu dilanjutkan
pembentukan bodi keramik hingga pembakaran dan finishing.
Setelah melalui proses penciptaan yang panjang, terciptalah karya tiga dimensi
dengan tema kincir ria. Karya tersebut menceritakan bentuk visual kincir ria dengan
karakternya yang indah yang terdapat kabin/gondola disertai warna-warna pelangi
di setiap sudutnya. Tidak hanya itu kincir ria juga digunakan untuk meluapkan
ekspresi ketika menaikinya karena melihat pemandangan alam dari sudut yang
istimewa. Konsep karya-karya ini menggambarkan bahwa dalam kehidupan kadang
berada di atas dan kadang berada di bawah, hal tersebut tidak bisa dipungkiri dan
harus berdampingan layaknya hal baik dan hal buruk dalam diri manusia. Karyakarya
ini diharapkan dapat menjadi karya kontemporer yang dapat dinikmati
keindahan visual dan maknanya, dan dapat dijadikan referensi dalam dunia
keramik, khususnya kepada seniman keramik.
Kata Kunci: Deformasi, kincir ria, keramik kontemporer