Abstract :
Karya Dayang Mase mengisahkan kehidupan seorang perempuan yang
diasingkan dikarenakan kesalahannya dan kekasihnya karena melanggar adat dalam
masyarakat. Pengasingan itu dilakukan dengan memisahkan keduanya. Akibat dari
hal tersebut ia merasakan tekanan jiwa dan raga. Setelah berjalannya waktu ia
mencoba untuk bangkit demi bertahan hidup. Caranya dengan mempergunakan
kepandaianya dalam berpantun dan kemahirannya dalam menari, hingga
masyarakat mengenal kepandaian perempuan tersebut dengan nama Kesenian
Campak. Kata Dayang Mase diambil dari Bahasa Melayu Belitung. Dalam Bahasa
Indonesia, kata Dayang berarti perempuan yang belum menikah, sedangkan Mase
berarti masa atau waktu. Judul tersebut mengartikan seorang perempuan yang
belum menikah, menghabiskan waktunya sendiri sepanjang masa.
Dalam proses penciptaan ini digunakan metode penciptaan M. Hawkins
yang ditulis dalam Buku Creating Through Dance yang sudah diterjemahkan oleh
Y.Sumandio Hadi (1990) ?Mencipta lewat tari?. Metode ini menjelaskan tentang
tiga bagian utama yaitu Ekplorasi, Improvisasi, dan Komposisi. Karya tari video
Dayang Mase terinspirasi dari gerak Kesenian Campak dan menggunakan gerak
dasar tari Melayu Belitung yaitu lenggang, step, dan jogged sebagai awal
pengembangan dalam proses pencarian gerak menjadi lebih kreatif dan menarik
serta menghadirkan gerak-gerak baru.
Hasil penciptaan karya tari video dengan tipe dramatik yang terdiri dari 4
bagian. Bagian 1 menggambarkan kisah percintaan perempuan tersebut dengan
kekasihnya hingga terpisahkan. Segment 2 menggambarkan perasaan perempuan
tersebut saat dirinya dianggap tidak ada di lingkungan tersebut. Segment 3
menggambarkan semangat perempuan tersebut yang ingin bangkit kembali.
Segment 4 menggambarkan penantian perempuan tersebut terhadap kekasihnya dan
pada akhirnya penantian tersebut berujung sia-sia, sang kekasih tidak pernah
menemuinya kembali