DETAIL DOCUMENT
Perancangan Galeri Industri Kreatif Kotalama Semarang
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Srikandi, Mutiara
Subject
Disain Interior 
Datestamp
2021-08-23 05:09:15 
Abstract :
Belakangan ini, semenjak Kota Lama Semarang dinyatakan masuk dalam peringkat ?Unesco World Heritage List?, keberadaannyamenjadi topik yang hangat dibicarakan. Pemerhati dari luar negara juga mulai tiba untuk memandang kelayakan Kota Lama untuk dapat menjadi ?World Heritage City?. Salah satu cara yang digunakan dalam pelestarian bangunan lama adalah dengan metode adaptive reuse yang bertujuan untuk meningkatkan estetika bangunan lama. Bangunan galeri Industri Kreatif yang dulunya merupakan gudang dengan luas hampir 2000 m2 memerlukan peningkatan fungsi yang lebih maksimal pada tinggi atap. Selain itu, ruangan yang luas perlu ditingkatkan efektivitas dan fleksibilitasnya agar dapat mencakup berbagai aktivitas yang nantinya dapat menstimulasi kreativitas. Setelah melakukan survey dan wawancara pada beberapa sumber, didapatkan hasil bahwa 90% pemuda di Semarang merasa tak acuh akan keberadaan galeri tersebut padahal galeri tersebut dibuat untuk memfasilitasi kegiatan kreatif kaum milenial dan gen z di Semarang. Hal ini membuat penggunaan galeri tersebut tidak maksimal dan pendapatan pedagang barang antik di dalamnya juga merasakan dampak sepinya pengunjung.. Kata kunci: Adaptive Reuse, Kreativitas, Creative Hub, Kota Lama 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta