Abstract :
Serangan yang dilakukan kerajaan Majapahit terhadap kerajaan Nan Sarunai mengakibatkan sebuah tragedi. Peperangan yang terjadi berdampak pada runtuhnya kerajaan Nan Sarunai. Sejarah ini tersirat dalam sebuah kidung Nan Sarunai Usak Jawa. Lirik dari kidung berbahasa pangunraun ini melukiskan secara samar bentuk kehancuran yang terjadi pada kerajaan Nan Sarunai. Di masa sekarang ini, eksistensi kidung Nan Sarunai Usak Jawa sungguh memprihatinkan. Mayoritas masyarakat Dayak Ma?anyan sebagai pemilik kebudayaan masih belum memahami makna pesan dan nuansa yang tersirat dalam lirik kidung Nan Sarunai Usak Jawa.
Tujuan diangkatnya objek material kidung Nan Sarunai Usak Jawa ke dalam penelitian dan penciptaan adalah untuk menemukan dan memberikan gambaran makna pesan dan nuansa yang tertuang di dalamnya. Melalui tulisan dan media bunyi-bunyian, makna pesan dan nuansa diharapkan dapat ditangkap dengan jelas khususnya oleh mayoritas masyarakat Dayak Ma?anyan.
Alih wahana dipilih sebagai objek formal dan dikolaborasikan dengan metode transmedia naratologi sebagai metode (proses) penciptaan. Lima tahapan yaitu, interpretasi, analisis, alih wahana, eksperimen dan refleksi merupakan langkah dari kolaborasi antara alih wahana dan transmedia naratologi. Konsep karya penciptaan ini adalah alih wahana sastra menjadi musik dengan meminjam gamelan jawa sebagai medianya, namun tidak dimainkan secara konvensional dan digarap dengan idiom khas Dayak Ma?anyan. Hasil dari penelitian dan penciptaan ini adalah berupa sebuah karya tulis ilmiah dalam bentuk skripsi dan sebuah karya seni berjudul ?Nansarunai?.