Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Andhika Wicaksono, 0811665024
Subject
Disain Komunikasi Visual
Datestamp
2015-11-24 07:19:45
Abstract :
Makanan menjadi salah satu unsur penting dalam mengambarkan sejarah
dan budaya suatu daerah. Berbagai jenis makanan yang dihasilkan suatu daerah
dapat dimaknai sebagai tolak ukur tingginya kebudayaan daerah tersebut. Salah
satu contohnya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang memiliki aneka
ragam jenis makanan tradisional. Hal ini dikarenakan DIY memiliki kondisi
topografi yang beragam mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi sehingga
berdampak pada citarasa makanannya.
Salah satu jenis makanan DIY yang terkenal hingga mancanegara adalah
jajanan tradisional. Jajanan tradisional dapat diartikan sebagai jenis makanan yang
biasa dikonsumsi oleh golongan/etnik yang berada di suatu daerah, diolah
berdasarkan resep secara turun ? temurun dan menggunakan bahan baku
setempat. Jajanan tradisional bukan semata-mata sebuah camilan saja, tetapi juga
merupakan suatu karya seni boga. Saat ini keberadaan jajanan tradisional perlu
dijaga kelestariannya agar tidak tergeser oleh makanan modern. Jajanan tradisional
sebagai aset budaya tentunya menjadi hidangan favorit di negeri sendiri bahkan
mendapat apresiasi dari wisatawan mancanegara.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat
berakibat pada keberadaan jajanan tradisional yang mulai tersisih oleh makanan
modern. Gencarnya iklan dan promosi makanan modern yang semakin menarik
membuat masyarakat meninggalkan jajanan tradisional. Melihat kondisi tersebut
maka diperlukan sebuah pendokumentasian tentang jajanan tradisional yang
merupakan hasil kebudayaan DIY.
Peran Desain Komunikasi Visual (DKV) dalam perancangan ini sangatlah
penting, dimana DKV merancang visual agar terlihat menarik, efektif dan
komunikatif. Pendokumentasian jajanan tradisional dilakukan dengan media coffee
table book, yang didominasi oleh unsur visual dengan mengunakan teknik fotografi
dalam buku. Hal ini bertujuan agar target audiens dapat dengan mudah mengenal
dan memahami jajanan tradisonal. Coffee table book ini dibuat menarik dan mudah
untuk dipahami agar dapat dijadikan referensi dalam menambah wawasan
mengenai kuliner sekaligus membantu melestarikan warisan budaya.