Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Resyi Afrianata, Mohammad
Subject
Televisi
Datestamp
2021-11-03 02:54:04
Abstract :
Penyutradaraan film fiksi ?Kisah Para Pencari? bercerita tentang tragedi kemanusiaan etnis Tionghoa di tahun 1998. Semenjak Indonesia berdiri banyak terjadi tragedi kemanusiaan salah satunya kerusuhan 1998. Setiap lima tahun sekali presiden selalu berjanji untuk menuntaskan kasus HAM yang terjadi namun tidak semuanya terselesaikan. Masih banyak kasus HAM besar yang hingga kini hanya menjadi janji setiap kampanye menjelang pemilu.
Film fiksi ?Kisah Para Pencari? mengadaptasi bebas naskah drama ?Jakarta 2039? Karya Seno Gumira Ajidarma. Bercerita tentang kisah tiga orang yang mempunyai masalahnya masing masing. Mereka hidup dalam satu lingkungan yang sama tetapi tidak saling mengenal. Anwar yang sedang sekarat menyesal telah memperkosa seorang gadis Tionghoa, Nani yang menyesal telah membuang anaknya karena anak tersebut adalah buah perkosaan, dan Widia yang rindu sekali akan sosok seorang ibu kandungnya.
Menggunakan setting dua zaman yang terpaut perbedaan 30 tahun, film fiksi ?Kisah Para Pencari? menerapkan sineotik dalam mise en scene untuk membangun Realitas. Realitas dunia nyata dengan dunia film bisa sama, bisa sama sekali berbeda. Penerapan sineotik melalui mise en scene dapat membangun realitas film yang diinginkan. Mise en scene terdiri dari setting, lighting, make up, wardrobe, dan acting. Sineotik merupakan tanda sinematik di dalam film. Sineotik berasal dari kata cineosis yang kemudian secara konsisten disebut oleh deamer menjadi cineotic.
Kata kunci: Penyutradaraan, Film fiksi, Sineotik, mise en scene, Realitas