Abstract :
Penciptaan Lakon Parebiye merupakan sebuah naskah yang mengambil sumber
dari adat istiadat Tunggu Tubang di daerah Semende, Muara Enim. Sumatera Selatan.
Karya ini bertujuan mendeskripsikan tradisi serta menganalisis dan menciptakan lakon
berdasarkan tradisi Tunggu Tubang dengan menggunakan teori pagelaran, transformasi
dan drama. Metode penciptaan yang dilakukan dalam penciptaan Lakon Parebiye yaitu
memilih tradisi terlebih dahulu kemudian analisis elemen ritual dengan melakukan
wawancara dengan berbagai narasumber, melihat secara langsung prosesi tradisi, serta
observasi ke lokasi lalu membuat dramatisasi dan bentuk kemudian menjadi sebuah
rancangan karya lalu uji aktor dan sutradara dan terakhir menciptakan karya.ada
tahapan yang dilakukan Tunggu Tubang untuk mendapatkan gelar tersebut. Sebuah
Lakon juga dapat menjadi sebuah karya yang bertujuan melestarikan tradisi serta dapat
menjaga orisinalitas tradisi dan budaya, setiap elemen masyarakat juga dapat ikut
menjaga dan melestarikan budaya. Lakon juga dapat melestarikan bahasa khususnya
bahasa daerah. Lakon dapat mencerminkan suatu masyarakat ke dalam sebuah teks
atau naskah dan juga dapat menggambarkan kondisi serta tempat suatu masyarakat.